Arti dari huruf kanji jepang yang aku jadikan judul blog adalah kisah, dibaca 'monogatari'. Ini kisah bersambung online ku. Nama tokoh aku ambil dari nama sohib-sohibku. Soalnya, kalau soal nama dalan cerita, aku susah nyari-nya dan nama yang kupakai ini cukup keren, lah. Kuharap kalian menyukainya. Kalau bisa mohon kritik dan saran kalian tentang kisah-kisah ini, supaya aku bisa membuat kisah yang lebih menarik lagi untuk kalian. Arigatou Gozaimashita~~~~.... \(^-^)/
Minggu, 29 Januari 2012
THERE IS AN ILLUSION & MIRAGE AFTER HOLIDAYS
Bhima yang pertama mendekati Sara, kemudian diikuti yang lain dibelakangnya. Ketika mulai mendekati Sara, Bhima mendengar bisikan yang muncul dari mulut Sara. "semua ini percuma. Nggak ada yang bisa dilakuin lagi, nggak ada.... yang akan menyayangi aku lagi...", Bhima dan yang lain hanya tertegun, terdiam, bingung mendengar kata-kata yang diucapkan Sara. Memecah keheningan sesaat itu, Sara langsung menengok ke arah Bhima. Lalu, "ya kan? Itu benarkan....?", tanya Sara pada Bhima. Sara mulai menyeringai, "ya! Itu benar!Aku tahu itu....", kata Sara seraya meninggalkan mereka. "lebih baik kalian pulang, bukannya mengusir kalian. Aku hanya tidak ingin kalian melihatku yang sekarang ini terlalu lama. Besok lusa sudah mulai sekolah. Mungkin aku nggak masuk sekolah dulu.", terang Sara pada teman-temannya dengan ekspresi tak terberbani oleh apapun. Sara mendatangi Marcel, sambil tersenyum ia berkata, "Cel, bisa kan kamu ijinkan aku ke Pak Akbar? Kalau aku masuk, nanti suratnya aku bawa. Tolong jangan bilang kalau kakekku meninggal. Bilang aja aku masih ada acara dadakan atau sakit. Okay?", Marcel hanya menatap mata Sara. Tak terlihat air mata yang terlinang. "Marcel.... Aku percaya sama kamu...", kata Sara lagi. Sisil yang ada dibelakang Sara tiba-tiba memeluk Sara erat-erat. Sara membalas pelukannya. "yang sabar ya, Sar....", kata Sisil sambil menangis. "iya , Sil. Makasih". Marcel dan Sindy bergantian memeluk Sara. Alex hanya menyalami tangan Sara yang dingin, tangan kirinya memegang pundak Sara. Sara tersenyum seperti, kau tahu, seperti tak ada yang membuatnya sedih. Bhima pun melakukan hal yang sama seperti Alex. Dia juga merasakan hal aneh pada Sara. Merekapun pergi meninggalkan Sara. Ternyata mereka searah ke utara. Mungkin ke rumah Bhima, pikir Sara. Saat mereka mulai jauh, Sara berteriak "aku nggak apa-apa, guys! See ya!!!", Sara berteriak dari kejauhan. Teman-temannya pun sudah tak terlihat sangat cepat karena mereka mengendarai sepeda motor, kecuali Alex tentunya.
Langganan:
Postingan (Atom)