Senin, 26 Desember 2011

THERE IS AN ILLUSION & MIRAGE AFTER HOLIDAYS

 "halo, Alex? Ini aku Bhima''. "oh, Bhima. Ada apa pagi-pagi telfon aku? Masih sarapan nih!". "......Alex, ada yang nggak beres.....". "ada apa....?". Pagi itu Alex bergegas menuju rumah sahabatnya, Sara, setelah Bhima menelefonnya dan bicara sedikit aneh padanya. Sesampai didepan gang rumah Sara, terlihat Bhima, Sindy, Sisil, dan Marcel berkumpul dengan wajah cemas. Tanpa pikir panjang, Alex menghampiri mereka. "ada apa nih? kok cemas gitu?", tanya Alex. "Lex, aku khawatir sama Sara nih...", kata Sisil yang sudah dari tadi lebih cemas dan gelisah dari yang lain. "kenapa?", tanya Alex lagi. "mending kita langsung aja kerumah Sara. Kita lihat apa yang sebenarnya terjadi. Ayo!", ujar Sindy. Terlihat ramai dirumah Sara. Bukan ramai karena bersenang-senang dibulan yang Fitri ini, tapi ramai karena saling berduka cita. Bendera tanda kematian dipasang didepan rumah Sara yang sederhana itu. Semakin cemas hati kelima remaja itu melihat bendera itu berkibar halus karena ditiup angin sepoi-sepoi. Dari dalam rumah Sara terdengar suara tangis keluarga Sara. Suara itu semakin membuat cemas mereka. Kecemasan ditambah lagi ketika seorang bapak separuh baya menghampiri mereka dan berkata, "kalian adalah sahabat yang baik. Yang bisa kalian lakukan hanya bersabar dan pasrah pada Yang Kuasa, nak." sambil mengelus rambut Alex pelan dan halus. Wajah orang itu tersenyum tapi ada kesedihan juga dibalik senyumnya. Mungkin untuk menenangkan mereka agar tak cemas lagi. Tapi karena terasa ada yang aneh, bukannya hilang cemas itu, tapi malah bertambah. "orang itu bicara apaan sih? Kok aneh gitu?", kata Marcel. "apa perlu kita tanya dia?", usul Sisil. Mereka semua mengangguk tanda mengiyakan. Tapi ketika akan melangakah, tiba-tiba saja mata Alex dan Marcel ditutup dari belakang oleh seseorang. "kalian datang juga rupanya!", bisik orang itu kepada mereka dengan sedikit keras sehingga Bhima, Sisil, dan Sindy bisa mendengar suara itu. Refleks Alex dan Marcel kaget. Mereka berlima langsung menghadap ke orang itu. Siapakah orang yang berlagak akrab dengan mereka ini?

1 komentar: